The Hunger Games adalah novel fiksi ilmiah tahun 2008 karangan penulis Amerika Serikat Suzanne Collins. Novel ini dikisahkan dalam sudut pandang seorang gadis 16 tahun bernama Katniss Everdeen, yang tinggal di sebuah negara distopia pascaapokalips bernama Panem di Amerika Utara. Capitol, ibu kota metropolis yang sangat maju, memegang kendali politik atas keseluruhan negara.
The Hunger Games adalah acara tahunan yang diikuti oleh seorang anak laki-laki dan perempuan yang berusia antara 12 sampai 18 tahun dari dua belas distrik di sekeliling Capitol, yang dipilih melalui pengundian untuk bersaing dalam pertarungan mematikan yang disiarkan secara langsung di televisi.
Collins berkata bahwa inspirasinya dalam menulis The Hunger Games bermula saat ia mengganti-ganti saluran televisi. Di salah satu saluran, ia menyaksikan orang-orang saling bersaing dalam acara realitas, dan di saluran lainnya ia melihat cuplikan invasi Irak. Kedua acara ini mulai "memenuhi pikirannya dalam cara yang sangat mengganggu", dan gagasan untuk menciptakan The Hunger Games mulai terbentuk.[2] Selain itu, mitos Yunani mengenai Theseus juga menjadi dasar utama ceritanya; Collins menggambarkan Katniss sebagai Theseus dalam versi futuristik, sedangkan pertandingan gladiator Romawi dijadikan sebagai sumber kerangka cerita.
Rasa kehilangan yang dialami oleh Collins saat ayahnya bertugas di Perang Vietnam juga turut memengaruhi penceritaan; Katniss kehilangan ayahnya saat berusia 11 tahun, lima tahun sebelum kisah novel dimulai.[3] Collins menyatakan bahwa kematian para karakter muda dan "hal gelap" lainnya adalah bagian novel yang paling sulit untuk ditulisnya, tetapi menganggap bahwa hal-hal seperti itu juga dibutuhkan oleh cerita.[4] Sementara momen-momen ketika Katnis membayangkan masa lalunya yang bahagia dianggap oleh Collins sebagai bagian yang menyenangkan untuk ditulis.
